AGEN BETTING BOLA - BANDAR KASINO ONLINE - TARUHAN BOLA - BETTING ONLINE - BETTING BOLA WWW.PELANGIBOLA.COM

Header Ads

Klaim Etnis Tionghoa Dukung Ganti Presiden, Lieus Sungkharisma Ketiban Apes


Forum Indonesia Jaya mengecam aksi aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma yang dinilai mencatut etnis Tionghoa guna kepentingan politik pada momen Pilpres 2019.
Pernyataan Lieus yang menyuarakan pergantian presiden pada Pilpres 2019, dinilai sama sekali tak mewakili komunitas Tionghoa secara keseluruhan.
Demikian ditegaskan Tim Hukum Forum Indonesia Jaya, Suhadi, di Jakarta, Rabu (5/6/2018).
“Kami masyarakat lndonesia etnis Tionghoa yang terbentang dari Sabang sampai Papua, tidak pernah memberi mandat dan mengutus saudara Lieus untuk mewakili kami, membuat pernyataan sebagaimana telah saudara sampaikan,” tegas dia.
Menurut Suhadi, ucapan Koordinator Forum Aspirasi Rakyat (FAR) itu merupakan pendapat pribadi yang sama sekali tak merepresentasikan pandangan etnis Tionghoa di Indonesia secara keseluruhan.
Suhadi menyatakan, perkataan Lieus sangat merugikan warga negara Indonesia etnis Tionghoa, baik secara moral, sosial maupun politik.
“Karena telah menimbulkan keresahan dan berpotensi menimbulkan perpecahan antara Warga Negara Indonesia khususnya yang bermacam macam suku, agama dan ras,” jelas dia.
Apalagi, lanjut Suhadi, sikap politik komunitas Tionghoa pada Pilpres 2019 menganut prinsip Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (Luber).
“Sehingga tak akan disampaikan secara luas, apalagi bernada provokatif seperti itu,” bebernya.
Atas dasar itu, pihaknya meminta Lieus menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tak mengulang perbuatan serupa, kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama etnis Tionghoa.
“Pernyataan permohonan maaf setidaknya dimuat dua surat kabar nasional dan media massa lainnya,” tuntunya.
Selain itu, Lieus juga diberikan tenggat waktu tertentu untuk menyampaikan permintaan maafnya itu.
“Lieus kita beri batas waktu memenuhi tuntutan, setidaknya 2×24 jam sejak somasi ini disampaikan,” tegasnya lagi.
Namun, jika Lieus mengidahkan hal ini, maka pihkanya tak segan-segan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.
“Bahwa jika saudara tidak mengindahkan maksud surat peringatan kami ini, maka kami segera akan menuntut saudara secara hukum baik secara pidana ataupun perdata,” tutur Suhadi.
Sementara, salah satu anggota komunitas Tionghoa, Haryanto Tan, mengharapkan organisasi yang lebih besar angkat bicara mengenai pernyataan Lieus itu.
Organisasi yang dimaksud ialah perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), dan komunitas besar lainnya.
Sebab ia menilai, organisasi tersebut lebih mewakili etnis Tionghoa ketimbang klaim Lieus Sungkharisma.
“Kami di sini memang tak bisa mengklaim mewakili 20 juta masyarakat Tionghoa di Indonesia,”
“Karenanya kita imbau Inti, PITI dan organisasi yang lebih besar dan lebih lama lainnya untuk angkat bicara lah. Karena mereka lebih layak,” tandasnya. AGEN BOLA

Tidak ada komentar